Image description
Image captions

Warga Cipinang Melayu yang terkena dampak banjir masih mengungsi. Mereka mengungsi ke Masjid Universitas Borobudur.

Sebgaimana pantauan detikcom pukul 15.40 WIB, Minggu (23/2/2020), pengungsi merupakan warga RW 4, Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur. Warga masih bertahan di pengungsian untuk berjaga-jaga jika rumahnya kembali diguyur hujan. Ada yang mengungsi sejak pukul 03.00 WIB tadi.

"Mungkin kalau ntar malam kering mungkin pulang, tapi takutnya hujan lagi kayak semalam," ujar salah seorang warga RT 4 RW 4 bernama Imas di posko pengungsian Masjid Universitas Borobudur, Jakarta Timur.

Rumah Imas terendam banjir setinggi 90 sentimeter. Tepat di jam 4 dini hari, Imas dan keluarga memutuskan untuk mengungsi. Dalam perjalanan menuju pengungsian, Imas harus melewati genangan air setinggi 1,5 meter menuju masjid.

"Kalau di rumah tadi sepinggang ya, masih bisa ke sana-ke sini, tapi kalau jalan di depan rumah yang mau keluar posisi rumah saya kan gang segini (menunjuk hidung)", katanya.

Di tempat yang sama, salah seorang warga RT 2 RW 4 bernama Darti sudah lebih dulu menuju tempat pengungsian sebelum genangan semakin naik ke permukaan. Darti dan pengungsi lainnya telah mendapatkan bantuan berupa makanan dan minuman.

"Jam 3 saya keluar, banjir udah di jalanan udah masuk rumah sepinggang, tadi udah bantuan makan dan minum," sebut dia.

"Kalau udah kering pulang, kalau belum besok pagi," tambahnya.

Kelurahan Cipinang Melayu merupakan salah satu daerah yang paling sering terkena dampak banjir di DKI Jakarta. Di pengungsian ini, tampak warga membawa baju, tikar serta kebutuhan lainnya ke tempat pengungsian.