Korban penyerangan Polsek Ciracas, Jakarta Timur dipindahkan ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto dari RS Polri. Pemindahan itu dilakukan lantaran korban membutuhkan penanganan yang lebih lanjut.

"Kami akan ambil alih untuk kami rawat RSPAD, karena ini bukan menilai rumah sakit Polri. Kami tempatkan VIP," kata Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Andika Perkasa di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (30/8/2020).

"Karena cedera penanganan yang membutuhkan penanganan lebih, misalnya dalam mata kemampuan penglihatan," tambahnya.

Andika mengatakan biaya pengobatan akan ditanggung oleh pelaku. Sebab, menurutnya, tindak pidana tidak cukup untuk menebus semua perbuatan yang mereka lakukan.

"Para pelaku jangan hanya pasrah kemudian tindak pidana. (Pelaku) Nggak cukup harus bertanggung jawab juga. Kita akan ciptakan mekanisme bagaimana mereka membayar. Supaya mereka ingat selamanya apa yang mereka lakukan," tuturnya

Hal senada dikatakan Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono bahwa korban penyerangan di Ciracas akan di pindahkan di RSPAD. Hal itu, agar para korban mendapatkan penanganan yang lebih khusus.

"kita sudah berkoordinasi ada anggota Polri perlu perawatan lebih khusus sama satu lagi dari wartawan kita akan pindahkan kesana ke RSPAD. Kita doakan agar cepet sembuh.

Ia juga tegaskan jika tindakan ini tidak akan mempengaruhi sinergi TNI-Polri. Sebab, menurut Gatot, tindakan ini hanya dilakukan oleh segelintir oknum.

"Ini hanya ulah oknum sinergi Polri dan TNI selamanya sudah baik dan tidak akan mempengaruhi," katanya.

Pantauan detikcom, korban penyerangan Polsek Ciracas telah dipindahkan ke RSPAD sore ini. Korban dipindah dari RS Polri sekitar pukul 17.00 WIB tadi.

Untuk diketahui, ada tiga korban luka-luka akibat perusakan Polres Ciracas. Dua di antaranya dirawat di RS Polri Kramat Jati.

Image description
Image captions