Image description
Image captions

Sebanyak 80 petugas gabungan melakukan kegiatan bina kependudukan (Binduk) di Apartemen Basuki Rahmat di Jl Basuki Rahmat, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (16/7). 

Usai menggelar apel bersama di halaman depan Blok E, petugas gabungan langsung melakukan pendataan di Blok E, D dan H. Satu per satu pintu apartemen diketuk petugas dan penghuninya diperiksa identitasnya. Penghuni ber KTP non DKI langsung didata dan diminta mendatangi posko pelayanan untuk dibuatkan Surat Keterangan Domisili Sementara (SKDS). 

Wali Kota Jakarta Timur, Muhammad Anwar mengatakan, Binduk tidak hanya dilakukan di permukiman padat penduduk, namun juga dilakukan di hunian apartemen dan perumahan elit.

Ini dilakukan agar ada pemerataan dalam layanan administrasi kependudukan bagi warga.

"Hasilnya, 246 warga terlayani dalam Binduk kali ini," kata Anwar.

Anwar berharap pengelola apartemen juga bersinergi dengan pemerintah daerah, agar semua warga terdata dengan rapi dan tertib administrasi kependudukan.

"Bagi pendatang dari luar Jakarta akan dibuatkan surat keterangan domisili sementara (SKDS)," jelasnya.

Sementara, Kepala Sudin Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Timur, Sukma Wijaya menambahkan, dari pendataan di tiga tower, tercatat ada 246 warga yang terlayani. 

Ia menambahkan, dari 246 warga yang terlayani, rinciannya adalah, permohonan SKDS sebanyak 183 orang. Namun yang sudah jadi 114 SKDS dan sisanya 69 surat masih dalam proses.

Selanjutnya, permohonan pembuatan akta lahir sebanyak 10 orang, akta kematian dua, pindah/datang dari dan keluar kota masing-masing satu orang.

"Selain itu pembuatan kartu identitas anak 10 orang, kartu keluara (KK)  23 orang, distribusi KTP-el enam orang dan konsultasi 10 orang," tandasnya.0