Image description
Image captions

Munculnya nama Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden Jokowi, dalam survei calon Wali Kota Solo disambut baik oleh DPC PDIP Solo. Bahkan, partai berlambang banteng moncong putih itu mempersilahkan bos Markobar itu untuk maju menjadi kandidat calon wali kota.

"Kalau ada minat dan diyakini bisa memimpin masyarakat Solo ya sah-sah saja," kata Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo ketika ditemui di Balai Kota Solo, Jumat, 26 Juli 2019.

Selanjutnya, Rudy sapaan akrabnya itu mengungkapkan partai yang dipimpinnya sangat terbuka dengan siapapun nama kandidat yang merasa mampu untuk menjadi calon pemimpin Solo. 

Hanya saja, ia mengingatkan jika para kandidat itu ingin maju melalui PDIP nantinya harus melalui mekanisme partai yang telah ditentukan oleh pimpinan pusat partai.

"Yang jelas untuk PDIP membuka diri kepada siapapun termasuk Mas Gibran jika ingin mencalonkan. Yang penting saya nanti mesti menjalankan mekanisme partai dan itu yang yang harus dilalui ," kata Rudy yang juga sebagai Wali Kota Solo saat ini.

Sedangkan mengenai melejitnya popularitas Gibran dalam survei yang dilakukan Lab Kebijakan Publik Unisri Solo itu, ia mengaku tidak kaget lantaran yang bersangkutan merupakan anak Presiden. 

Ia pun menjelaskan, untuk menjadi kandidat calon Wali Kota Solo, tidak hanya popularitas yang dibutuhkan melainkan juga akseptabilitas serta elektabilitas.

"Kalau Mas Gibran popularitas tinggi, elektabilitas tinggi itu merupakan salah satu hasil dari survei, kan nanti yang menentukan menjadi wali kota itu masyarakat," ucapnya.

Ia pun mengingatkan untuk menjadi wali kota harus lurus dalam pengabdian dan ikhlas dalam pelayanan. "Kalau tidak lurik (lurus dalam pengabdian dan ikhlas dalam pelayanan) itu susah karena nanti pikirannya ke mana-mana," kata dia.

Seperti diketahui dalam survei yang dilakukan Lab Kebijakan Publik Unisri Solo, persentase tingkat popularitas Gibran cukup tinggi 90 persen. Jumlah persentase itu sama dengan tingkat popularitas Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo.

"Mas Gibran dan Pak Pur (Achmad Purnomo) itu persentasenya sama tetapi numeriknya beda karena Pak Pur itu 689 dan Mas Gibran 691. Jadi Mas Gibran yang paling tinggi dan disusul Pak Pur," kata Ketua Lab Kebijakan Publik Unisri Solo, Suwardi.

Survei tersebut melibatkan responden sebanyak 766 orang. Para responden itu merupakan warga Solo yang telah terdaftar dalam DPT Pemilu 2019. 0 vv