Image description
Image captions

 

Kopda Asyari diberi sanksi menjadi tahanan satuan buntut seruan 'Kami Bersama Habib Rizieq Syihab'. Meski begitu, personel Yonzikon 11 Kodam Jaya itu tak dikurung di dalam sel.

Menurut Penjabat Sementara (Pjs) Kapendam Jaya Kolonel Inf Refki Efriandana Edwar, Kopda Asyari mendapat sanksi ringan. Salah satu hukumannya ditahan paling lama selama 14 hari. Namun bisa saja kurang dari 14 hari, bergantung pada ankum (atasan yang berhak menghukum)-nya. Dalam hal ini adalah komandan satuan Kopda Asyari.

"Sesuai info yang saya dapat dari ankumnya, Yang bersangkutan dikenakan tahanan satuan 14 hari," ujar Kolonel Refki sebagaimana dilansir detikcom, Senin (16/11/2020).

 

Bentuk penahanannya pun juga diserahkan kepada atasan Kopda Asyari. Kopda Asyari tidak menjalani hukuman kurungan, melainkan pembinaan oleh atasannya.


"Intinya tahanan satuan adalah bahwa hak yang bersangkutan untuk bisa bebas seperti keadaan biasa, sementara tidak bisa, karena yang bersangkutan dalam pengawasan melekat," imbuhnya."Semua kewenangan Ankumnya. Kan ditahannya juga di satuan. Yang bersangkutan tidak mesti menjalani hukuman tahanan seperti dalam kurungan (sel)," sebut Kolonel Refki.

Bentuk penahanan terhadap Kopda Asyari pun disebut lebih banyak pada hal-hal yang bersifat pembinaan. Menjadi tahanan satuan bukan berarti seperti tahanan Polisi Militer (POM).

"Bisa saja ketika di tahanan satuan, yang bersangkutan ditugaskan untuk bantu-bantu di mesjid, bantu-bantu kegiatan OR (olahraga), atau kegiatan lainnya yang sifatnya pembinaan," kata Kolonel Refki.

"Jadi hukuman tahanan di satuan itu jangan dibayangkan horor atau seperti tahanan umum, semua kebijakan Dansat-nya," tambahnya.

Video Kopda Asyari viral di media sosial pada momen kedatangan Habib Rizieq. Video viral tersebut berdurasi 17 detik. Dalam video yang beredar, tampak prajurit TNI sedang duduk di bagian belakang truk. Perekam video yang diketahui bernama Kopda Asyari itu mengatakan "On the waybandara, persiapan pengamanan imam besar Habib Rizieq Syihab. Kami bersamamu imam besar Habib Rizieq Syihab. Takbir, Allahuakbar!".

Kolonel Riefki sebelumnya sudah memberi klarifikasi. Kopda Asyari bukan bertugas memberi pengamanan kepada Habib Rizieq, melainkan mengamankan Bandara Soekarno-Hatta menyusul kepulangan pimpinan FPI itu pada Selasa (10/11) lalu.

"Sekiranya pukul 10.00 WIB saat melintas di Jalan Jatinegara, Jakarta Timur, yang bersangkutan mengambil/merekam video dan memberikan komentar tentang tugas yang berbeda dengan tugas yang diberikan oleh Komando untuk pengamanan objek vital nasional Bandara Soekarno-Hatta," terang Kolonel Refki.

Kolonel Refki mengatakan apa yang dilakukan Kopda Asyari melanggar aturan.

"Yang dilakukan kelirunya adalah ketika ia mendapatkan tugas bukan untuk mengawal Habib Rizieq, tugasnya itu. Kan sudah perkeliruan itu," ujar Kolonel Inf Refki Efriandana Edwar, seperti dilansir detikcom, Rabu (11/11).

"Tugasnya kan untuk pengamanan objek vital. Kan bandara itu objek vital, memang ada kedatangan Habib Rizieq, cuma di situ kan implikasinya banyak sekali. Ada kerumunan, ada keramaian, ada hambatan masyarakat," tambah dia.

Kopda Asyari pun mendapat sanksi ringan. Adapun aturan sanksi ringan itu tertuang pada Pasal 9 UU No. 25 Tahun 2014 tentang Hukum Disiplin Militer. Bunyinya sebagai berikut:

Penahanan Ringan paling lama 14 hari, ditambah sanksi administrasi:
- ditunda tidak bisa mengikuti pendidikan selama 1 periode, dan penundaan kenaikan pangkat selama 2 periode.

Pemberian sanksi ringan itu, kata Kolonel Refki, merujuk pada ketentuan terbaru sesuai dengan Perkasad No 39 Tahun 2018 tentang sanksi administrasi bagi Prajurit TNI AD yang melakukan pelanggaran. Kopda Asyari, yang merupakan anggota Yonzikon 11 Kodam Jaya, ditahan di satuannya.

"Ditahannya di satuannya oleh Dansat atau ankum (atasan yang berhak menghukum)," jelas Kolonel Refki.