Image description
Image captions

Habib Rizieq Shihab (HRS) beserta para pendukungnya diperkirakan akan terus berperan dalam dunia politik nasional sampai pemilihan presiden tahun 2024 mendatang.

 

Dikutip dari sindonews.com, peran signifikan Habib Rizieq Shihab beserta pendukungnya di dunia politik sudah terbukti sejak beberapa tahun lalu. Tak bisa dipungkiri, pengaruh Habib Rizieq Shihab dalam pertarungan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017 lalu, ikut mengantarkan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno sebagai pemenang.

 

 

Aksi massa yang dimotori Habib Rizieq berhasil mendorong rival Anies Baswedan, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) diproses hukum terkait kasus penistaan agama.

 

Pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019, Habib Rizieq pun kembali berperan. Rizieq membawa para pendukungnya berada di barisan Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

 

Pertanyannya, apakah Habib Rizieq bakal kembali memainkan peran politik di Pilpres 2024 mendatang?

 

''Soal apa peran politik Habib Rizieq akan seperti dalam Pilpres 2019, tentu amat tergantung dengan situasi dan perkembangan politik,'' tutur pengamat politik dan Direktur IndoStrategi Research and Consulting, Arif Nurul Imam kepada Sindonews, Jumat (20/11/2020).

 

 

Arif menilai pemimpin Front Pembela Islam (FPI) itu memiliki modal politik, yakni memiliki pendukung atau loyalis. ''Terkait peran politiknya, tentu yang bisa dimainkan tergantung dari konsensus politik yang dibangun dengan kandidat,'' katanya.

 

Tapi, lanjut dia, setidaknya peran politik yang bisa dimainkan adalah dengan menjadi vote getter untuk mendongkrak suara kandidat. ''Pengaruh dan kharisma Habib Rizieq diharapkan dapat mengarahkan para loyalis dan simpatisannya,'' lanjutnya.

 

Arif memiliki analisa kenapa jagoan Habib Rizieq di Pilpres 2019 lalu kalah. ''Kenapa yang didukung tidak menang? Variabelnya tentu banyak, namun terkait peran Habib Rizieq dalam Pilpres 2019 memang memiliki massa, tapi tidak signifikan jika skalanya Pilpres,'' kata Arif.

 

Sementara itu, pengamat politik Universitas Jayabaya Igor Dirgantara berpendapat Habib Rizieg Shihab akan memainkan peran politik di Indonesia sampai 2024 sebagai oposisi reborn bersama Gatot Nurmantyo (GN).

 

Kata Igor, salah satu peran yang bisa dimainkan Habib Rizieq adalah membantu dan bersinergi dengan perjuangan Gatot Nurmantyo dan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dalam mengkritisi kebijakan Pemerintahan Jokowi.

 

''Jika hal ini dilakukan, maka Gatot Nurmantyo dan HRS merupakan paduan dua tokoh kekuatan politik besar, yaitu Militer dan Islam,'' tutur Director Survey and Polling Indonesia (SPIN) ini kepada Sindonews, Kamis (12/11/2020) lalu.

 

Hal senada juga diungkapkan Direktur Eksekutif Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI), Kunto Adi Wibowo. ''Kemungkinan besar dia akan memainkan peran dalam dunia politik di masa depan di Indonesia. Tapi dia tentu akan menolak untuk bergabung pada partai politik tertentu,'' ujar Kunto.

 

Dengan tidak masuk ke sebuah partai politik, kata dia, Habib Rizieq akan lebih lincah bermain dalam kerangka Ormas. ''Begitu dia masuk politik, maka saya menduga dia akan khawatir soal istilahnya kemurnian gerakannya atau kemurnian perjuangannya. Itu sudah terlihat ketika Masyumi Reborn meminang Habib Rizieq dan Habib Rizieq menolaknya, itu yang pertama,'' tuturnya.

 

Kemudian, dia memberikan contoh gerakan nasionalisme di India yang lebih ke agama. Istilahnya, kata dia, Hindu Nasionalisme. ''Jadi sangat mungkin gerakan-gerakan politik kanan mentok nasionalisme di Indonesia juga akan tumbuh, apalagi sekarang ada banyak ketidakpuasan terhadap Pemerintahan Jokowi, misalnya soal Omnibus Law, kemudian penanganan corona,'' ungkap Kunto.

 

Bahkan, kata dia, sempat muncul sentimen agama dalam penanganan Covid-19 atau virus corona di Indonesia. ''Ketika di awal-awal Masjid ditutup, sementara berapa mal dibuka, ini tentu akan mengundang sentimen agama yang kuat dan itu bisa digabung dengan nasionalisme,'' katanya.