Image description
Image captions

 

Atap rumah warga di sekitar Flyover Tapal KudaLenteng AgungJakarta Selatan, mulai dicat warna-warni. Pengecatan ini dulu merupakan arahan dari Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Dilansir Antara, Minggu (6/12/2020), pengecatan tematik menggunakan cat warna-warni dimulai pada 1 Desember 2020. Pengerjaannya sendiri berlangsung selama satu bulan, sebelum jalan layang Tapal Kuda diresmikan.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Administrasi Jakarta Selatan, Mukhlisin, mengatakan pengecatan dilakukan untuk memperindah permukiman warga sekitar lingkungan flyover Tapal Kuda, yang pertama dibangun di Indonesia. Kegiatan tersebut juga program dari Provinsi DKI untuk kegiatan penutupan tanah sebidang di rel kereta api.

 

"Terlebih jika dilihat dari atas 'flyover' Tapal Kuda akan tampak indah," katanya seperti dilansir Antara.

Baca juga:Minta Rumah Warga Flyover Tapal Kuda Dicat, Anies: Kita Tentukan Warnanya

Mukhlisin mengatakan pengecatan memerlukan waktu satu bulan karena material yang dicat bukan tembok rumah warga, melainkan atap rumah warga. "Jadi perlu ketelitian dan kehati-hatian," ujar Mukhlisin.

Lurah Lenteng Agung, Bayu, menyebutkan ada ratusan rumah warga yang atapnya akan dicat oleh petugas PPSU. Petugas PPSU melakukan pengenalan medan agar kegiatan pengecatan lebih mudah dilakukan.

"Ada 168 rumah dari empat RW yang dicat, yakni RW 1, 2, 3, dan 5, timeline-nya kita sebulan, 30 hari kerja tidak ada libur, jadi Sabut-Minggu kita bekerja, dengan mekanisme pembagian tiap hari dua kecamatan dengan masing masing kecamatan 12 orang dan dari Lenteng Agung 10 orang," ujar Agung.

Sementara itu, akun Instagram resmi Humas Wali Kota Jakarta Selatan telah mengunggah progres sementara hasil pengecatan. Warna yang terlihat dominan biru dengan sentuhan pink dan kuning.

"Program ini dapat terlaksana berkat kolaborasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Dewan Kesenian Jakarta yang telah membuat desain warna-warninya, dan juga PT Propan Raya yang menyediakan cat untuk keperluan mural," demikian keterangan yang tertulis.

 

Rencana ini awalnya diungkapkan Anies pada Agustus 2020. Dia ingin warna atap ditentukan oleh Pemprov DKI. 

Kala itu, Anies meminta Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali untuk membicarakan rencana pengecatan rumah sewarna itu dengan warga sekitar flyover. Penyeragaman warna cat rumah dimaksud agar pemandangan di sekitar flyover lebih estetik.

"Enak betul warnanya begini (genteng warga). Jangan dong. Kita yang tentukan warnanya apa. Kita sumbang kepada mereka," ujar Anies dalam siaran YouTube Pemprov DKI Jakarta, Kamis (20/8/2020).


Anies meyakini Flyover Tapal Kuda akan menjadi flyover model u-turn pertama di Indonesia. Jadi pembangunan flyover dan penataan kawasan di sekitar flyover mesti maksimal."Nanti ini akan begini terus fotonya (flyover Tapal Kuda) bertahun-tahun ke depan. Walkot bicarakan dengan rumah-rumah di sini, gentengnya dicatin semua, Pak. Jadi kita obrolin dari sekarang," kata Anies.

"Bapak-Ibu sekalian harus melihat ini sebagai ikon untuk Indonesia, bukan hanya ikon untuk Jakarta, jadi jangan pernah nanggung," imbuh Anies.

Kala itu, wacana Anies sempat dikritik fraksi di DPRD DKI. Fraksi PDIP mempertanyakan urgensi pengecatan tersebut.

"Tapi kan begini, benar kita lagi PSBB, makanya kita tanya, sementara anggaran-anggaran yang lain, yang sangat dibutuhkan, (malah) keluar yang tidak dibutuhkan. Apakah ini (pengecatan rumah warga di sekitar flyover Tapal Kuda) sudah kebutuhan mutlak sekarang? Kalau itu kebutuhan mutlak, monggo," kata Wakil Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Pandapotan Sinaga kepada wartawan, Kamis (20/8).

"Tapi, kalau bukan kebutuhan mutlak, kalau hanya estetika, indah dilihat, sementara kita COVID, sebaiknya tunda dulu," sambung dia.

 

Kritik juga datang dari Fraksi Golkar. Fraksi partai berlambang pohon beringin itu meminta Anies berfokus menangani pandemi Corona ketimbang mengurusi urusan cat rumah warga.

"Aya-aya wae. Mending fokus urusan COVID-lah, bayar insentif paramedis, daripada mikirin rumah dicat. Aneh-aneh saja. Mendingan fokus ke urusan kesehatan, urusan insentif paramedis, urusan pertumbuhan ekonomi, urusan PHK di mana-mana," kata Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Basri Baco kepada wartawan, Kamis (20/8), terpisah.0 dtk