Image description
Image captions

 Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Selatan KH Husin Naparin mengatakan radikal muncul karena masalah agama yang ditekan.

 

 

“Maka muncul marah itu, sehingga kita harus saling rangkul, jangan sampai timbul hal itu,” ujarnya saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) MUI Kalsel di Hotel Best Western Banjarmasin, Sabtu.

 

Dia berharap di Kalsel tidak ada yang mengungkit masalah tersebut, hingga tidak ada muncul bibit-bibit radikal.

 

“Memang pengaruh dari luar cukup besar bisa memunculkan ini,” ujarnya.

 

Untungnya, kata KH Husin Naparin, masyarakat Kalsel dapat berpikir bijak dalam melihat segala persoalan di nasional, sehingga tindakan ke arah radikal itu tidak sampai terjadi.

 

“Orang kita inda bacakut (warga kita tidak ingin bertengkar), orang kita suka damai, orang Banjar itu tidak suka bersoal apalagi mahual orang (buat ribut dengan orang),” tuturnya.

 

Dia pun berharap, semua masyarakat Indonesia juga demikian, agar mementingkan persatuan dan kesatuan, sehingga negara ini bisa terus damai.

 

Jika ada pertentangan atau masalah, katanya, hendaknya diselesaikan dengan baik dan berkeadilan.