Image description
Image captions

Pujian datang dari senior Partai Demokrat kepada mantan Panglima TNI, Jenderal (Pur) Moeldoko di tengah isu kudeta kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

 

 

Bahkan sejumlah senior yang menggelar konferensi pers di Restoran Dapur Sunda, Mall Bellagio, Jakarta Selatan, Selasa (2/2) menyebut Moeldoko pantas memimpin Demokrat.

 

 

Mantan politisi Demokrat Darmizal mengatakan, Moeldoko memiliki karakter yang cocok untuk memimpin Demokrat, yakni terbuka dan tidak menjaga jarak dengan kelompok mana pun.

 

"Pak Moeldoko yang saya sebutkan tadi adalah seorang jenderal yang tidak memberikan psikis of barrier, hambatan-hambatan seseorang, kelompok orang untuk bertemu dengan beliau,” kata Darmizal.

 

"Kalau konteks pikiran saya pribadi, tokoh berperilaku seperti ini sangat baik menjadi pemimpin Partai Demokrat saat ini dan ke depan. Itu salah satunya yang berkarakter seperti ini," katanya.

 

Sementara itu, senior Demokrat lainnya, Yus Sudarso juga menyampaikan hal serupa. Ia menyebutkan, figur yang tepat menjadi ketum adalah Moeldoko.

 

“Dari kawan-kawan itu melihat figur yang pas untuk di-create adalah Pak Moeldoko. Akan tetapi kami semua sayang kepada Pak SBY, sayang Pak AHY. Kalau Demokrat punya presiden, pastinya Mas AHY akan menjadi skala prioritas untuk menteri kami,” katanya.

 

Yus juga menjabarkan, di dalam internal Demokrat ada empat faksi yang menginginkan adanya perubahan di tubuh partai. Pertama faksi pendiri, sekaligus faksi dari ketua umum pertama, Subur Budi Santoso.

 

Kedua, kata dia, faksi ketua umum Partai Demokrat hasil kongres tahun 2005 di Bali, Hadi Utomo. Yus Sudarso sendiri mengaku pernah menjadi koodinator pemenangan Hadi Utomo-Marzuki Alie.

 

"Ketiga adalah faksi Anas Urbaningrum hasil dari kongres Bandung 2010. Keempat faksi Pak Marzuki Alie. Di sini ada mesin pemenangannya,” tandasnya.