Image description
Image captions

 Satu lagi prajurit terbaik Kodam IV/Diponegoro meraih prestasi, Kolonel Ckm. dr. Akhmad Rusli Budiansyah, Sp. B.,MARS., Kakesdam IV/Diponegoro, menerima penghargaan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo sebagai pelopor perubahan pembangunan zona integritas menuju wilayah bebas dari korupsi di lingkungan Tentara Nasional Indonesia tahun 2020.

Penghargaan tersebut diberikan usai kegiatan rapat kerja teknis (Rakernis) perencanaan dan penganggaran (Rengar) TNI AD TA. 2021 yang dipimpin langsung oleh Asrena Kasad, Mayjen TNI Hendrasto Joko S, S.E., M.M., di Jakarta. Kamis (25/02/2021).

Reformasi birokrasi memang sangat berpengaruh penting dalam menciptakan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih/Melayani (WBBM) di lingkungan kerja. Sosok agen perubahan atau “agent of change” sangat diperlukan untuk membangun ZI dan menciptakan tata kelola organisasi yang bersih, pelayanan publik optimal, kapasitas dan birokrasi yang akuntabel, serta profesionalisme SDM prajurit.

Predikat yang diberikan oleh Menpan RB tersebut merupakan apresiasi kepada instansi pemerintah yang mampu berusaha lebih untuk membangun unit kerja percontohan yang berintegritas dan melayani dengan prima. Hal ini telah dibuktikan oleh RS Tk. II dr. Soedjono Magelang melalui berbagai prestasi yaitu Terakreditasi Paripurna oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) Tahun 2016 dan 2019, Hospital Award (The Most Reputable Hospital of The Year 2018), sertifikasi Ijin operasional penetapan kelas RS Tipe B dari Kemenkes RI Tahun 2018, terakreditasi sebagai Rumah Sakit Pendidikan dari Kemenkes RI Tahun 2019, terakreditasi Paripurna (Bintang Lima) Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) oleh KARS Tahun 2019, Rumah Sakit Paling Berkomitmen Dalam Memberikan Pelayanan Terbaik Bagi Peserta JKN-KIS Kategori RS Kelas B Tahun 2020 dan sebagi Pusat Layanan Kecelakaan Kerja Dengan Utilisasi Terbaik I Tahun 2020.

RS tingkat II dr. Soedjono Magelang.

Bila dilihat dari progresnya Kakesdam IV/Diponegoro telah melakukan upaya reformasi pembangunan 6 area perubahan. Diantaranya manajemen perubahan melalui publikasi pencanangan dan penandatanganan pakta integritas, penataan tatalaksana melalui “E-Office” sehingga keuangan terkontrol secara sistem, pelayanan pasien lebih nyaman tanpa perlu mengantri di loket pendaftaran serta lebih efisien dengan E-rekam medis.

Area perubahan yang lain adalah penataan sistem manajemen SDM, akuntabilitas kinerja melalui keterlibatan langsung Kepala Rumah Sakit dalam setiap kegiatan rumah sakit, penguatan pengawasan melalui “Wistle Blowing System” sehingga memberikan kemudahan bagi pasien dalam menyampaikan pengaduan serta perbaikan pelayanan publik.

Berbagai komitmen rumah sakit untuk memberikan pelayanan optimal juga dibuktikan dengan hasil pemeriksaan dan survey eksternal Indeks Persepsi Anti Korupsi (IPAK) dengan nilai A serta hasil survey Eksternal Indeks Kepuasan Pasien dengan kategori kinerja unit bernilai A. Percontohan inilah yang nantinya akan menularkan virus perubahan sehingga semakin mendorong kemajuan reformasi birokrasi di lingkungan TNI AD.0