Image description
Image captions

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto meninjau Gereja Katedral Jakarta. Marsekal Hadi hendak memastikan keamanan di Gereja.

 

Pantauan di lokasi, Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman dan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran datang ke Gereja Kaderal Jakarta, lebih dulu sekitar pukul 19.20 WIB. Dudung dan Fadil disambut Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo dan pengurus Gereja Katedral Jakarta.

Jelang 40 menit kemudian, Marsekal Hadi bersama Kabaintelkam Polri Komjen Paulus Waterpauw datang ke Gereja Katedral. Hadi pun berbincang dengan uskup agung dan memastikan personel TNI-Polri siap mengamankan hari raya Paskah.

"Sesuai dengan perintah bapak Presiden bahwa jajaran TNI dan Polri untuk meningkatkan kewaspadaan dan memberikan keyakinan serta rasa aman kepada masyarakat untuk beraktivitas, baik beraktivitas ibadah maupun aktivitas sehari-hari. Untuk itu, TNI dan Polri menggelar kekuatan di titik-titik terpilih di seluruh Indonesia mulai malam hari ini, baik di gereja, di tempat-tempat keramaian, maupun di objek vital nasional," kata Marsekal Hadi, Kamis (1/4/2021).

Hadi menambahkan 5.590 personel gabungan TNI-Polri siap dikerahkan untuk mengamankan DKI Jakarta. Beberapa titik yang dianggap rawan diperketat pengamanannya.

"Dan kegiatan itu akan dilaksanakan secara terpilih dan terus menerus. Kemudian dari intelijen TNI dan Polri, terus berkoordinasi untuk melaksanakan deteksi dini dan cegah dini terhadap kemungkinan-kemungkinan adanya kerawanan," jelasnya.

"Malam hari ini saya dengan Kabaintelkam melaksanakan kegiatan tersebut dan mudah-mudahan, apa yang kita laksanakan oleh TNI dan Polri dapat memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat di seluruh Indonesia. Sehingga ibadah maupun kegiatan bisa berjalan dengan aman dan lancar," tambah Hadi.

Rencananya Marsekal Hadi juga akan mengecek Gereja Katedral Makasar pada esok hari. Usai dari Makassar akan dilanjut lagi ke Manokwari, Papua Barat.

"Kami berdua juga akan mengecek ke Manokwari, terkait dengan kegiatan ibadah, dan sebagainya. Mudah-mudahan dari 3 tempat yang akan kita cek secara langsung terkait pengamanan yang akan dilaksanakan TNI-Polri semuanya baik dan tidak ada masalah," ucapnya.

Di tempat yang sama, Mayjen Dudung menambahkan patroli rutin juga akan dilakukan. Selain personel, lanjut Dudung, peralatan yang menunjang untuk pengamanan antiteror juga telah disiapkan dengan baik.

"Ya intinya bahwa TNI-Polri siap untuk mengantisipasi (kejadian pengeboman Gereja Katedral Makassar dan penyerangan Mabes Polri) setiap adanya perkembangan-perkembangan seperti itu. Dan saya imbau kepada masyarakat agar tenang, bahwa apa yang dilakukan itu tidak mewakili agama tertentu. Semua agama tidak mengajar untuk teroris. Jadi rasa aman ini betul-betul, berikanlah kepercayaan kepada TNI-Polri untuk melaksanakan tugas-tugas ini dan kita semua juga merasa bertanggungjawab bahwa setiap masyarakat apabila ada hal-hal yang mencurigakan segera laporkan ke aparat keamanan," ucap Dudung.

Sementara itu juru bicara Keuskupan Agung Jakarta dan Gereja Katedral Jakarta, Susyana Suwadie, meminta agar jemaat tidak khawatir saat datang ke gereja untuk melakukan ibadah. Susyana berterima kasih atas bantuan pengamanan yang diberikan TNI-Polri ini.

"Jangan khawatir (ibadah) karena aparat TNI-Polri menjamin keamanan supaya semua bisa beribadah dengan khusyuk. Kapasitas juga dibatasi, jadi sejak pandemi sampai sekarang tidak berubah, di 20 persen, jadi sekitar 309 aja dari kapasitas normal. Jadi hanya 309 (orang) di setiap misa, maksimal," terangnya.