Image description
Image captions

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan uji coba pembelajaran tatap muka tetap dilanjutkan kendati jumlah kasus baru positif Covid-19 mengalami peningkatan. Pertimbangan ini dikarenakan untuk menyesuaikan sekaligus merancang standar dan prosedur sekolah jika pembelajaran benar-benar bisa dilakukan secara tatap muka di kelas.

"Jadi piloting jalan terus, karena fungsi piloting ini untuk mendapatkan feedback tentang SOP di sekolah, tentang perilaku anak-anak yang belajar, juga gurunya, orang tuanya sehingga kita punya informasi yang lebih baik untuk menyusun tata kelola sekolah di masa pandemi," ucap Anies di Balai Kota, Kamis (22/4).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menegaskan uji coba seperti ini menjadi penting sebagai bahan informasi untuk menyusun strategi dan kebijakan di sektor pendidikan yang terdampak pandemi Covid-19.

Kondisi ini kembali menjadi bahan pengingat Anies kepada warganya agar tidak mengabaikan protokol kesehatan selama pandemi belum usai.

"Saya ingin tegaskan kepada seluruh masyarakat bahwa tren yang sempat terjadi beberapa waktu ini, yaitu penurunan harus kita jaga dengan konsisten masker, konsisten untuk cuci tangan, jaga jarak," tandasnya.

Sementara itu, kondisi Jakarta saat ini masih menerapkan kebijakan Pembatasan Aktivitas Masyarakat. Bahkan pembatasan dipersempit ke tingkat RT. Masa pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) hingga 3 Mei.

Perpanjangan PPKM tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 478 Tahun 2021 dan Instruksi Gubernur Nomor 22 Tahun 2021.

"Memperpanjang kembali masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro hingga tanggal 3 Mei 2021 guna mengendalikan kasus aktif," ujar Gubernur DKI Anies Baswedan, Selasa (20/4).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, pada 5 April terdapat 6.075 kasus aktif, kemudian meningkat menjadi 6.924 kasus aktif.

Kepala Dinas Kesehatan Widyastuti mengatakan tren peningkatan ini terjadi akibat beberapa faktor seperti menurunnya upaya masyarakat dalam mencegah penularan Covid-19, mobilitas tinggi.

"Menunjukkan aktivitas penduduk sudah meningkat dan angka sudah bergerak naik," ujar Widya.

Sementara itu, ketersediaan tempat tidur isolasi dan ICU di Jakarta diklaim masih mencukupi. Per 5 April, jumlah kapasitas tempat tidur isolasi sebanyak 7.513 unit dan terisi 3.311 atau 44 persen. Sedangkan, pada 18 April, jumlah tempat tidur 7.087 dan terisi 2.691 atau terisi 38 persen.

Sementara untuk jumlah sasaran vaksinasi tahap 1 dan 2, yakni tenaga kesehatan, lansia, dan pelayan publik, sebanyak 3.000.689 orang. Total vaksinasi dosis 1 sebanyak 1.641.932 orang 54,7 persen, dan total vaksinasi dosis 2 mencapai 849.048 orang 28,3 persen.