Image description
Image captions

Warga Malaysia akan menggelar demo menuntut mundurnya Perdana Menteri Muhyiddin Yassin dari jabatannya. Demo akan berlangsung besok, Sabtu, 31 Juli 2021 pukul 11.00 waktu setempat di Dataran Merdeka.

 

Penuntutan ini dilakukan karena Muhyiddin dianggap gagal menangani pandemi covid-19. Pencetus gerakan #Lawan ini, Sekretariat Solidariti Rakyat (SSR), sudah menyebar ajakan aksi sejak pekan lalu.

 

Meski demikian, kepolisian mengingatkan warga bahwa aktivitas sosial masih dilarang karena pandemi covid-19. Aturan lockdown untuk menghentikan penyebaran virus korona masih berlaku di Malaysia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Dilansir dari laman Malay Mail, Jumat, 30 Juli 2021, Inspektur Jenderal Kepolisian Malaysia, Acryl Sani Abdullah Sani, mengatakan, setiap orang yang melanggar aturan tersebut akan ditindak berdasarkan undang-undang.

 

"Tindakan yang sepadan akan diambil berdasarkan Undang-Undang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular terhadap tiap individu yang kedapatan melanggar aturan secara sengaja," kata Acryl.

 

Ia menegaskan, warga harus bekerja sama untuk membendung gelombang lonjakan kasus covid-19. Pasalnya, kasus covid-19 di Malaysia kini  menembus lebih dari 10 ribu infeksi sehari.

 

Meski demikian, SSR tetap bertekad menggelar aksi. Mereka menuntut Muhyiddin mundur karena dianggap tak becus menangani pandemi Covid-19.

 

Negeri Jiran telah melakukan lockdown sejak 1 Juni lalu. Namun, kasus di sana terus melonjak hingga kini.