Image description
Image captions

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Zita Anjani, mengakui rencana perhelatan Formula E memang menuai pro kontra di internal DPRD DKI. Namun, dia menegaskan, perdebatan wakil rakyat bukanlah solusi untuk warga DKI.

"Rakyat pusing lihat dewan selisih paham terus. Formula E itu bisa dibicarakan di Komisi, semua terbuka kok. Ada apa kok harus interpelasi. Selama ini Gubernur dan jajaran sangat kooperatif, semua data terbuka tidak ada yang ditutupi," ujar dia, dilansir  merdeka.com, Sabtu (21/8).

Menurut politisi PAN tersebut, pandemi sudah cukup banyak mendatangkan masalah. Sudah banyak Nakes yang gugur, korban jiwa berjatuhan, ekonomi terganggu, dan rakyat kehilangan pekerjaan.

Anggota DPRD DKI, lanjut dia, harusnya mampu menunjukkan karakter wakil rakyat yang mengedepankan kepentingan rakyat. Di tengah kondisi serba sulit. Warga butuh aksi-aksi konkret. Yang bisa membantu ekonominya, yang bisa mengenyangkan perutnya, yang bisa menjaga kesehatannya.

"Saya berharap, sebagai wakil rakyat kita harus mampu menjaga empati. Tampil menjadi teladan yang terdepan memberi solusi untuk kepentingan-kepentingan rakyat," tegas dia.

Sebelumnya, Zita menyatakan tidak elok jika legislatif mengajukan hak interpelasi terhadap program tersebut. Sebab menurutnya, DPRD sudah lebih dahulu menyetujuinya.

"Kalau ditarik ke belakang, tahapan rencana penyelenggaraan Formula E sudah melalui proses panjang. Dimulai dari kajian konsultan, hingga persetujuan dari DPRD. Oleh karena itu, rasanya kurang elok kalau kita sudah sepakati bersama, kemudian kita juga yang mempermasalahkannya," ujar Zita dalam keterangan tertulisnya, Kamis (19/8).

Politisi PAN itu menuturkan, Formula E sejatinya tidak membebani anggaran DKI. Dengan alasan, Pemprov DKI mampu menopang kebutuhan warganya selama pandemi Covid-19.

Ia menambahkan, kemampuan daerah menopang kebutuhan warganya menunjukan ekonomi daerah tersebut masih cukup mampu menggelar satu acara tertentu.

"Bahkan di tengah sulitnya ekonomi, DKI Jakarta masih mampu memberi bantuan ke warga yang terdampak Covid, sehingga tidak bisa dikatakan kalau Formula E membebani APBD, mengganggu penanganan Covid-19. Sebab saya yakin Pak Anies sudah memperkirakan semuanya," pungkasnya