Image description
Image captions

Penganiayaan yang dialami oleh tersangka kasus penistaan agama, M. Kece patut disyukuri umat Islam yang merasakan penderitaan dan sakit hatinya umat muslim.

 

 

Hal itu disampaikan oleh Ketua GNPF-Ulama, Ustaz Yusuf Martak mendengar kabar penganiayaan yang dialami oleh M. Kece di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Bareskrim Polri.

 

 

 

"Mendengar Mat Kece bong dihajar di dalam tahanan bagi saya secara pribadi saya mensyukurinya dan seharusnya juga disyukuri oleh seluruh umat Islam yang masih sempurna ke Islamannya dan taat pengabdiannya pada Allah dan Rasulnya," ujar Yusuf Martak seperti diberitakan Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (19/9).

 

Bahkan menurut Yusuf, peristiwa yang dialami Kece juga patut disyukuri oleh rakyat sipil, aparat keamanan, aparat penegak hukum, pemerintah hingga Presiden serta termasuk oknum-oknum Kantor Staf Presiden (KSP) yang sedang mengemban tugas secara ugal-ugalan di depan umum dalam membuat diksi dalam ucapan-ucapannya yang tidak sopan.

 

 

"Tapi perlu diingatkan juga saran ini hanya bagi pemeluk agama Islam yang benar, bukan islam KTP dan Islam belangkon yang tidak jelas identitasnya," kata Yusuf.

 

Yusuf pun berpandangan, apa yang dialami Kece saat ini masih kurang. Karena, lebih dari penganiayaan juga pantas dialami oleh Kece.

 

"Kalau Mat Kece bong merasa menderita secara fisik atau batin, apakah Kece si penghianat ini pernah ikut merasakan menderita dan sakit hatinya umat Islam atas ujaran-ujarannya yang sangat kotor dan jahat? perlakuan yang dia rasakan bahkan lebih dari yang dialami sekarang juga masih pantas," jelas Yusuf.

 

Yusuf pun mengajak masyarakat khususnya umat Islam untuk merenungkan apa yang dialami oleh Kece setelah dijadikan sebagai tersangka kasus UU ITE dan penistaan agama.

 

"Yang perlu direnungkan oleh ummat Islam yang di cintai Allah, mat Kece bong kenapa sampai digebukin dan dihinakan dalan tahanan? ini bukan terjadi begitu saja tapi ini adalah ikut campur tangan Allah YME," terang Yusuf.

 

"Kenapa saya menyatakan begitu, karena saya merasakan ada keanehan besar dalam kejadian ini, karena kejadian ini dilakukan oleh aparat Polisi sendiri yang kebetulan mencintai agamanya dan kalau tidak salah NB (Napoleon Bonaparte) masih aktif di kesatuannya, Allahu Akbar," pungkas Yusuf.