Image description
Image captions

Wakil Presiden Ma'ruf Amin terselip lidah saat menyebut Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Yudo Margono sebagai Panglima TNI. Momen ini menjadi pertanyaan apakah Yudo bakal menjadi Panglima TNI pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto.

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Golkar, Dave Akbar Laksono meminta ucapan Wapres Ma’ruf tak perlu dimaknai lebih dalam. Pasalnya, selama surat presiden belum dikirim ke DPR, maka belum ada kepastian siapa sesungguhnya calon Panglima TNI.

"Kita jangan terlalu mendalami ini, karena sampai surat presiden keluar, belum ada kepastian," katanya lewat pesan singkat, Minggu (19/9).

Sementara, anggota komisi I DPR RI lainnya Muhammad Farhan menolak komentar apakah ucapan Wapres Ma'ruf sebagai sinyal mendukung Yudo jadi Panglima TNI. Farhan enggan menanggapi lebih jauh.

"Wah saya gak bisa komentar," ujar politisi partai NasDem itu.

Selain itu anggota Komisi I DPR RI Fraksi Golkar Nurul Arifin enggan menanggapi lebih dalam soal calon Panglima TNI. Dia juga tidak mengetahui apakah itu sebagai sinyal Wapres mendukung Yudo jadi Panglima TNI.

"Enggak tau mas," singkatnya.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin terselip lidah saat menyebut Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Yudo Margono sebagai Panglima TNI. Momen tersebut terjadi saat peninjauan pelaksanaan vaksinasi TNI Al di Pondok Pesantren (Ponpes) An-Nawawi Tanara, Serang, Banten pada Kamis (16/9).

“Hari ini saya hadir di Pondok Pesantren An Nawawi Tanara, Serang, Banten untuk mengikuti vaksinasi yang diselenggarakan oleh TNI Angkatan Laut bersama dengan Pemerintah Daerah dan beliau ada bapak Panglima hadir di sini. Eh bapak Kasal Kepala Staf Angkatan Laut sudah ada di sini,” katanya saat membuka konferensi pers secara virtual bersama awak media, Kamis (16/9).

Ucapan tersebut pun disambut oleh Juru Bicaranya, Masduki Baidlowi. "Doa itu pak," menyambut pernyataan Ma'ruf ditempat yang sama.

Diketahui, Yudo menjadi salah satu calon Panglima TNI pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto yang akan pensiun November 2021. Hingga kini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum memilih siapa kepala staf yang bakal menjadi Panglima TNI.

Sementara itu, Masduki pun menegaskan, pernyataan Ma'ruf yang sempat salah sebut nama Kasal, Yudo adalah keseleo lidah.

“Enggak sengaja. Keseleo lidah atau sabqul lisan kalau dalam bahasa Arab. Namanya juga keseleo lidah," kata Masduki kepada merdeka.com, Sabtu(18/9).