Image description
Image captions

 Saat ini Partai Solidaritas Indonesia  (PSI) tengah jadi sorotan publik  menyusul  laporan  salah satu kadernya yang diduga melakukan korupsii bantuan politik (banpol).

 

Sebelum  laporan korupsi banpol, kader PSI juga melaporkan atas dugaan kasus pemalsuan tanda tangan yang dilakukan oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI  Kota Surabaya.

 

Usai itu, , DPD PSI Surabaya dilaporkan kembali oleh kade PSI sendiri, Dino Wijaya atas dugaan korupsi dana bantuan politik.

 

Pengacara Dino Wijaya, Feldo Keppy mengatakan, dugaan korupsi  masih satu rangkaian dengan pemalsuan tanda tangan yang sudah lebih dahulu diproses

 

Kasus dugaan korupsi ini juga ramai di jagat media sosia, twiiter. Sempat muncu  tagar #TernyataPartaiKorupsi,  yang isi tweetnya menyindir PSI.

 

Bahkan, akademisi Cross Culture Institute Ali Syarief menyebut  sebagai partai yang masih baru tetapi sudah tersandung kasus korupsi. Dalam cuitan Twitternya @alisyarief, Kamis 7 Oktober 2021 menuliskan "Masih BALITA sdh nakal ya PSI; Setlah dilaporkan Pamalsuan Tanda Tangan juga Dilaporkan Korupsi BANPOL,"

 

Warganet juga ikut menuliskan cuitan lain. "Kupikir beda. Ternyata sama saja!! Sama-sama menyemplungkan diri merampok dui rakyat,"  kata  salah satu warganet.

 

Seperti diketahui, kasus dugaan pemalsuan tanda tangan yang dilakukan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Surabaya memasuki proses penyelidikan. Para terlapor dan pelapor Dino Wijaya telah dipanggil ke Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur (Jatim).

 

Terlapor Ketua DPD PSI Surabaya Yusuf Lakaseng dan pengurus lainnya sempat meminta penundaan sekitar dua pekan saat dipanggil. Namun DPD PSI Surabaya dilaporkan kembali oleh kadernya sendiri Dino Wijaya.  terkait dugaan tindak pidana korupsi dana bantuan politik (banpol).

 

Feldo Keppy, pengacara Dino Wijaya kepada wartawan mengatakan  dugaan korupsi itu masih satu rangkaian dengan pemalsuan tanda tangan yang sudah dilaporkan.

 

Dikonfirmasi terkait rencana laporan dugaan korupsi dana banpol, Ketua PSI Kota Surabaya Yusuf Lakaseng menolak memberikan keterangan. “Saya tidak ada komentar apapun ya,” kata Yusuf.