Image description
Image captions

Ketua Bidang Infokom MUI DKI Jakarta, Faiz Rafdi, membeberkan tim 'cyber army' akan dilatih dan dipilih lewat proses seleksi. 

Lalu apa saja tugasnya?

"Tugas utamnya pembinaan literasi digital umat, meng-counter isu hoax, memberikan informasi islam rahmatan lil 'alamin," ujar Faiz kepada wartawan, Senin (22/11/2021).

 

Faiz menyebut selama satu bulan tim siber bentukan MUI DKI ini akan dilatih lebih dulu. Dia belum bisa memastikan berapa orang yang akan dilibatkan dalam tim siber ini.

 

 

"Secara umum kami akan adakan pelatihan, memang di MUI ini yang background kemampuan menulis itu khusus di provinsi itu tidak banyak, bisa dihitung. 

 

Jadi kita pelatihan dulu lebih kepada literasi digital, kemampuan menelaah informasi dan sampai pada mendistribusikan informasi, nanti dari hasil pelatihan itu akan terseleksi siapa yang bisa diandalkan tim ini ke depan," jelas dia.

 

Faiz mengatakan untuk tim ini bukan cyber army. Dia menyebut masih ada pembahasan soal nama yang akan digunakan tim siber MUI DKI.

 

"Karena saat itu yang gampang diingat itu cyber army, kemudian ketum berikan istilah seperti cyber army jadi bukan cyber army dan cyber army kan suat perusahaan yang bergerak di bidang cyber informasi, jauh dari sana. Ada usulan namanya mujahid digital, ada mujahid cyber ini masih kita godok mana yang soft, yang santun, yang tidak menghebohkan seperti cyber army," paparnya.

 

Adapun Faiz belum bisa memastikan cara pemantauan tim siber MUI DKI. Dia mengatakan akan mengundang pakar media sosial untuk merumuskan cara kerja tim siber itu.

 

"Kita sudah punya akun resmi, nanti langkah berikutnya kita undang pakar medsos jadi supaya tim yang dibentuk komprehensif tidak hanya dari kepentingan MUI, tapi masyarakat umum dan bangsa, tentu kita akan undang para ahli, bentuk yang pas seperti apa," katanya.