Image description
Image captions

  Desakan pembubaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) setelah ditangkapnya Anggota Komisi Fatwa MUI Pusat oleh Densus 88 berpotensi memunculkan sikap Islamophobia.

 

Pandangan ini disampaikan pengamat politik Universitas Nasional Andi Yusran, sebagaimana dilansir Kantor Berita Politik RMOL, Rabu malam (24/11).

 

Menurut Andi, MUI adalah benteng ruhaniah bagi umat Muslim di Indonesia. Kata dia, tidak ada alasan bagi siapapun untuk membubarkan organisasi para Ulama itu.

 

Dijelaskan Andi, jika wacana pembubaran MUI menjadi kenyataan, maka persepsi masyarakat yang menganggap rezim pemerintahan Jokowi Islamophobia akan menjadi kenyataan.

 

"Jika ada oknum yang terduga bermasalah maka oknum tersebutlah yang perlu diperbaiki bukan MUI nya yang dibubarkan," demikian kata Andi.

 

Ia mengaku sependapat dengan Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani bahwa wacana pembubaran MUI berpotensi membenturkan umat Islam dengan pemerintah.

 

Analisa Andi, sejak isu pembubaran MUI mengemuka, nampak terlihat sasarannya adalah pemerintah.

 

"Karena posisi MUI yang selama ini kritis terhadap pemerintah, dan pemerintah dianggap memiliki otoritas dan bisa mendesain apa saja, termasuk membubarkan MUI," pungkasnya.

 

Andi menyarankan pada pemerintahan Joko Widodo agar menegaskan bahwa pihaknya tidak terkait dengan wacana pembubaran MUI.