Image description
Image captions

 

Bertindak sebagai penerima apel sekaligus memimpin upacara penaikan bendera di hari Senin (1/8) awal bulan Agustus 2022, Kepala Dinas Hukum Kolinlamil Kolonel Laut (KH/W) Roslin Panjaitan menekankan kembali pentingnya pola hidup sederhana bagi prajurit dan PNS Kolinlamil. Penekanan tersebut disampaikan oleh Kadiskum Kolinlamil saat menyampaikan arahannya kepada prajurit dan PNS Kolinlamil di lapangan Moeljono Silam, Mako Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kadiskum Kolinlamil mengungkapkan bahwa beberapa tindakan indispliner prajurit TNI AL khususnya disersi pada umumnya bermula dari pola hidup yang tidak sesuai dengan kemampuannya atau sering disebut ‘besar pasak daripada tiang’. Ketidakmampuan mengelola keuangan dihadapkan pada keinginan untuk bergaya hidup mewah akan membawa prajurit atau PNS pada upaya-upaya mencari tambahan penghasilan dengan berbagai cara. Dan, pada umumnya cara-cara yang digunakan melanggar ketentuan dinas dan kebijakan Pemimpin. “Oleh karena itu saya menghimbau kepada seluruh jajaran Kolinlamil agar benar-benar mempertimbangkan dengan akal sehatnya sebelum mengupayakan perolehan finansial dari sumber lain agar terhindar dari permasalahan yang pada akhirnya akan menyusahkan sendiri dan keluarganya. Sangsi yang diperoleh sampai dengan pemecatan.” tegas Kadiskum Kolinlamil.

Pola hidup sederhana sebelumnya juga menjadi salah satu hal yang menjadi penekanan awal dari Panglima Komando Lintas Laut Militer Laksda TNI Agus Hariadi saat entry briefing. Panglima Kolinlamil mengajak dan menghimbau seluruh keluarga besar Kolinlamil untuk pandai-pandai bersyukur dengan segala anugerah yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa dan menginstruksikan kepada seluruh Perwira Kolinlamil untuk lebih dekat dalam membangun komunikasi dengan anak buahnya melalui jam-jam Komandan ataupun silaturahmi ke rumah anggotanya.

Dalam suatu kesempatan, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono meminta prajurit dan keluarga matra laut untuk hidup sederhana dengan tidak mengikuti hawa nafsu hedonisme. Dikhawatirkan, apabila prajuritnya mengikuti hawa nafsu hedonisme, tidak menutup kemungkinan dapat melakukan pelanggaran tindak pidana misalnya terlibat jaringan narkoba, pencurian dan lain-lain. Dengan berperilaku sederhana diharapkan kehadiran personel TNI AL bisa membawa manfaat yang positif bagi lingkungan disekitarnya.