Image description
Image captions

 Bharada E tersangka penembakan Brigadir J di rumah Dinas Irjen Ferdy Sambo, Kini tanpa ragu lagi dengan risiko yang akan dihadapi di kemudian hari,   terus memberikan  pengakuan yang jujur  dan terus terang terkait  peristiwa tewasnya Brigadir  J di rumah dinas Irjen Ferdi Sambo  saat itu, agar terang benderang . Setelah pengkuan   Bharada E kepada penyidik Timsus Polri  membuat supir dan ajudan istri Ferdy Sambo kini  ditahan.

 Bharada E kembali mengungkapkan fakta terbaru tentang kematian Brigadir J. Tanpa tedeng aling-aling  Bharada E menyebutkan nama atasannya yang dia jaga  sebagai terduga yang menghabisi nyawa Brigadir J.

Dilansir dari Youtube Miftah's Channel, jika pengacara Bharada E yang bernama Deolipa Yumara mengakui jika kliennya melihat Ferdy Sambo memegang senjata saat baku tembak di rumahnya. Bahkan, Deolipa Yumara mengatakan jika kesaksian dari Bharada E  melihat Ferdy Sambo memegang senjata tepat disamping mayat Brigadir J. Kesaksian ini pun sudah diungkapkan saat berita acara pemeriksaan (BAP) di Bareskrim Polri.

"Jadi Bharada E melihat kalau Ferdy Sambo memegang senjata disamping mayat Brigadir J," ucap dia.

Fakta ini tentunya menjadi temuan paling penting dalam peristiwa baku tembak Brigadir J.

Ferdy Sambo yang sebelumnya menyatakan bahwa Brigadir J melakukan pelecehan seksual kepada istrinya Putri Candrawathi.

Ternyata adalah sosok yang melakukan penembakan.

Sementara itu, pengacara Bharada E lainnya, M. Burhanuddin mengatakan kliennya sudah beberapa kali di-BAP, baik sebagai saksi atau tersangka.Menurut dia, ada perbedaan keterangan antara BAP terdahulu dengan yang terbaru.

"Jadi saat peristiwa baku tembak ini, klien saya hanya berada di tempat dan waktu yang salah," ucapnya.

Dia mengatakan Bharada Richard Eliezer hanya bawahan yang menuruti perintah atasan.

"Dalam BAP sudah diungkap secara terang transparan kejadian yang sebenarnya," kata dia.

Sebagai informasi, Bharada E menyampaikan kesaksian baru kepada penyidik.

Keterangan itu, dia tulis sendiri di kertas.

Dalam keterangan terbarunya, Bharada E menyatakan bahwa ia turun dari lantai atas saat mendengar keributan di ruang tamu.

Saat berada di tangga, dia melihat Ferdy Sambo memegang pistol. Didekatnya, Brigadir J sudah terkapar bersimbah darah.

 

Ferdy Sambo kini berada di penempatan khusus Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan Irjen Sambo melanggar aturan tidak profesional saat menangani olah TKP meninggalnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Sebelumnya diketahui, pada awal kasus penembakan Brigadir Jpolisi mengeluarkan statement bila motif dari penembakan ini karena Brigadir J melakukan pelecehan seksual pada istri Ferdy Sambo yakni Putri Candrawathi.

Sayangnya, motif ini tak langsung dipercayai oleh masyarakat yang menganggap ada yang salah dari kasus penembakan Brigadir J.

Namun perlahan tapi pasti, satu persatu fakta tentang kematian Brigadir J mulai terungkap.

Dikutip dari YouTube TV Rakyat, jika salah satu dugaan dari motif penembakan Brigadir J adalah hubungan kedekatan antara istri Ferdy Sambo yakni Putri Candrawathi, dan sang ajudan Brigadir J.

Kabar ini sempat beredar awal-awal waktu penembakan Brigadir J.

Namun polisi tak mau memberikan keterangan lebih.

Salah satu yang jadi indikasi dari kabar kedekatan Putri Candrawathi dan Brigadir J adalah isi chattingan di handphone Brigadir J.

Dalam chatting ini, Putri Candrawathi sempat memberikan pesan yang sangat romantis kepada Brigadir J saat sang ajudan merayakan ulang tahunnya.

Pesan ini kemudian viral di media sosial belum lama ini ketika pengacara keluarga Brigadir J membukanya ke publik.

Indikasi lain dari kedekatan antara Brigadir J dan Putri Candrawathi adalah ucapan dari Bharada E yang mengatakan jika dirinya tak sendiri dalam aksi penembakan Brigadir J.

Sayangnya, kuasa hukum Bharada E yang baru Burhanuddin masih belum membuka secara gamblang apa isi dari pengakuan Bharada E.

Teka-teki kasus kematian Brigadir J sampai saat ini memang masih belum terungkap ke publik.

Namun tak sedikit warga yang yakin bila orang yang menembak Brigadir J bukanlah Bharada E.

Bharada E disebut-sebut hanya tumbal dalam kasus ini.

Hal ini juga dikatakan oleh kuasa hukum Brigadir J yakni Kamaruddin Simanjuntak.

Sebagai informasi, Satu demi satu fakta tentang kematian Brigadir J di rumah mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo mulai terungkap.

Brigadir J yang dikabarkan tewas ditembak oleh Bharada E masih menjadi perbincangan hangat di Indonesia.

 

Bahkan, Bharada E dikabarkan mulai buka suara tentang kebenaran dari kematian Brigadir J.

Dikutip dari YouTube Beda Enggak, Bharada E mengungkapkan jika ada fakta yang selama ini belum terungkap ke publik.

 

Hal ini diutarakan oleh kuasa hukum dari Bharada E yakni Muh. Burhanuddin.

Menurut Burhanuddin, kliennya telah menyebutkan nama yang turut terlibat dalam baku tembak yang menewaskan Brigadir J.

Bharada E mengakui hal ini dalam BAP dihadapan penyidik Bareskrim Polri.

Namun sayangnya, Burhanuddin belum mengungkapkan secara detail tentang siapa saja nama-nama yang disebut oleh Bharada E.

"Belum bisa disebutkan, kan ini masih kepentingan penyelidikan," kata dia.

Tak hanya itu, Bharada E juga menegaskan akan membuka semua kebenaran dalam kasus ini.

"Jadi Bharada E mengaku jika dia bukan pelaku tunggal," ucapnya.

Burhanuddin juga mengatakan jika dalam waktu dekat ini pihaknya akan mendatangi Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

 

Mereka kesana untuk mengajukan diri sebagai Justice Collaborator.

"Karena Bharada E bukan pelaku tunggal, makanya kami akan minta perlindungan ke LPSK," ucap dia.

Selain itu, dalam keterangannya Bharada E juga menyebutkan beberapa hal.

Salah satunya adalah posisi Ferdy Sambo ketika penembakan Brigadir J terjadi.

"Sudah disebutkan posisi Ferdy Sambo. Tapi saya belum bisa bilang sekarang," kata dia.

 

 

Sumber: youtube Miftah's TV