Image description
Image captions

Tujuh gedung bos judi online Medan disita pihak kepolisian di mana Apin Bak Kim  diduga kabur ke Singapura.

Penyitaan ini merupakan lanjutan dari penyelidikan kasus judi online meskipun hingga saat ini Apin BK yang merupakan bos judi online masih dalam pencarian.

Sebelumnya pihak kepolisian juga telah melakukan pengerebekan rumah bos judi online di Komplek Cemara Asri, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Tujuh gedung ini merupakan banggunan berlantai tiga di mana tiga banggunan diantaranya berada di Komplek Cemara Asri.

 

Adapun banggunan tersebut diantaranya Warung Warna Warni (WWW) sebanyak empat unit dan dua unit gedung di Jalan Bulevalt Timur.

Selain itu juga ada gedung ZVNO Cofee & Poastery satu unit gedung yang lokasinya begitu jauh dari Gedung WWW.

Pihak berwajib kemudian melakukan penyegelan atas bangunan tersebut pada Jumat 16 September 2022 sore.

Terkait dengan penyitaan gedung dari bos judi online tersebut, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi selain menerapkan pasal tindak pidana perjudian, pihak penyidik juga menerapkan Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPP).

Kombes Pol Hadi menjelaskan bahwa penerapan kedua pasal itu sebagai bentuk komitmen Kapolda Sumut untuk membuat efek jera bandar maupun pengelola perjudian di Sumut.

Meksipun demikian, bos judi online terbesar di Sumut yangbernama Apin BK sampai masih dicari dan telah ditetapkan Polda Sumut sebagai daftar pencarian orang (DPO) sejak 24 Agustus 2022.

Bos judi tersebut diduga melarikan diri ke Singapura, setelah pihak kepolisian melakukan penggerebekan lokasi judi online di Warung Warna Warni di Komplek Cemara Asri, pada Senin 9 Agustus 2022.

Dalam pengerebakan tersebut, Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak langsung turun tangan.

Lalu di gedung berlantai tiga itu, dioperasikan 21 situs judi online LEBAH 4D, DEWA JUDI 4D, dan LARIS 4D, yang beromzet Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar setiap hari.

Penyidik Polda Sumut juga menyita puluhan laptop dan komputer yang dipakai dalam mengakses judi online, puluhan buku rekening dan ATM. 

Selain itu pihak kepolisian juga menyita 107 rekening ikut disita untuk dijadikan barang bukti.