Image description
Image captions

-Belakangan ini spekulasi-spekulasi terkait eks Kadiv Propam Ferdy Sambo bermunculan dari berbagai pihak. 

Hingga saat ini, kasus penembakan Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J masih menjadi perbincangan hangat. 

Rocky Gerung, seorang pengamat politik, turut angkat bicara dan mengomentari insiden penembakan Brigadir J yang dikepalai oleh Ferdy Sambo tersebut. 

Dalam sebuah kesempatan, Rocky mengatakan banyak pihak yang was-was dengan Ferdy Sambo. Sebab, kasus ini memiliki potensi besar yang dapat mengungkap banyak fakta. 

Rocky Gerung menilai jika kasus Ferdy Sambo ini mengancam banyak pihak lantaran akan membuka fakta-fakta lain yang mengejutkan publik. “Ferdy Sambo membuat kita bening melihat kerapuhan institusi itu sampai ke tingkat yang paling tinggi pada akhirnya,” kata Rocky Gerung dilansir dari kanal YouTube Rocky Gerung Official. 

Ia juga menyebut tentang korupsi dan pihak yang merasa was-was jika kasus Ferdy Sambo sampai naik ke pengadilan. “Banyak yang was-was ketika di pengadilan. Sambo akan menjadi semacam pintu untuk membuka korupsi-korupsi yang semakin menggila dalam peristiwa ini atau justru kasus ini akhirnya tidak bisa dibuka,” imbuhnya. 

Rocky berujar jika Ferdy Sambo ini belum mengeluarkan senjata andalannya untuk menghadapi kasus pembunuhan Brigadir J yang dilakukannya. “Ferdy Sambo belum mengeluarkan kartu yang dia turunkan,” ujarnya. Selain itu, Rocky juga menyebut jika kasus Ferdy Sambo yang tak kunjung usai ini mengandung muatan politik. 

Bahkan, ia tak segan membahas tentang saling sogok menyogok dan mengancam di belakang. “Ini akan kompleks karena di dalamnya ada kepentingan yang makin lama makin berlapis-lapis, dan politisasi kasus ini masih akan terus berlanjut karena Ferdy Sambo mewakili satu kondisi yang betul-betul berantakan. 

"Kita melihat pat gulipat, sogok menyogok, ancam mengancam itu terjadi di belakang. Ancam mengancam politik terjadi, intai mengintai jabatan juga terjadi,” pungkas Rocky Gerung.

 

 

Sumber: tvOne