Image description
Image captions

Korps Marinir resmi memasuki usia ke-80 tahun. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menegaskan bahwa selama delapan dekade, Korps Marinir menjadi salah satu kekuatan utama penjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI, termasuk dalam berbagai operasi di dalam maupun luar negeri.

Dalam ucapan resminya, KSAL menyampaikan apresiasi atas pengabdian panjang prajurit Korps Baret Ungu. Ia menekankan pentingnya penguatan profesionalisme sekaligus kedekatan marinir dengan masyarakat.

“Semoga Korps Marinir semakin profesional, modern, kuat, dan dicintai rakyat. Bersama rakyat, membangun Indonesia Maju,” kata KSAL, dikutip dari unggahan Instagram @tni_angkatan_laut, Sabtu (15/11).

Sebelumnya, rangkaian peringatan HUT ke-80 Korps Marinir dibuka dengan doa lintas agama di Brigif 1 Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (14/11). Doa bersama itu menghadirkan tokoh lintas agama, dari Islam, Kristen, Hindu, Buddha, hingga Konghucu, sebagai wujud syukur dan permohonan perlindungan bagi prajurit Marinir di seluruh penjuru penugasan.

Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjen (Mar) Endi Supardi menegaskan bahwa momentum 80 tahun menjadi pengingat bahwa kekuatan Marinir bukan semata pada kemampuan tempur atau alutsista.

“Kekuatan terbesar Korps Marinir bukan hanya pada alutsista yang canggih, tetapi pada tekad dan kepercayaan yang diperoleh dari rakyat,” ujar Pangkormar.

Ia menambahkan bahwa kedekatan batin marinir dengan rakyat adalah fondasi utama dalam menghadapi setiap penugasan.

Sementara itu, puncak peringatan HUT ke-80 Korps Marinir akan digelar pada Senin, 17 November, di Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, dan akan dipimpin langsung Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Selain memimpin upacara puncak, Panglima TNI juga dijadwalkan menerima penyematan Baret Ungu sebagai warga kehormatan Korps Marinir.

Korps Marinir diperingati setiap 15 November. Satuan ini awalnya bernama Korps Komando Operasi (KKO) yang dibentuk pada 15 November 1945 dan sejak itu memainkan peran penting dalam operasi militer, pertahanan pantai, pendaratan amfibi, hingga bantuan kemanusiaan.