Image description
Image captions
Image description
Image captions

Prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD dianugerahi penghargaan tertinggi di Korps Baret Merah, Sangkur Perak, menyusul aksi heroiknya yang berhasil menyelamatkan anggota  pasukan khusus Filipina.

Sersan Mayor Edi Sutono menyadari ada yang tidak beres dengan rekannya dari Special Forces Regiment Angkatan Darat Filipina SSg. Jonathan Sabado, saat keduanya bersama rekan-rekan prajurit dari kedua negara tengah melakukan latihan terjun free fall dari ketinggian 10.000 kaki dalam Latihan Bersama Dolphine-XVII 2025 Juli tahun lalu.

Tidak ada yang aneh dalam penerjunan tandem keduanya hingga ketinggian 5.000 - 4.000 kaki. Namun, situasi berubah kritis ketika memasuki ketinggian 3.000 kaki. Serma Edi menyadari Sersan Sabado tidak sadarkan diri (blackout) di udara, sementara payung utamanya tidak mengembang sempurna.

Serma Edi bergegas melakukan pengejaran di udara (mid-air chase) untuk mendekati Sersan Sabado, menjangkaunya dan berhasil menarik payung utama rekannya itu hingga mengembang sempurna.

Akibat aksi penyelamatannya, Serma Edi harus kehilangan ketinggian aman untuk membuka payung dan mendarat dengan selamat. Payung utama maupun payung cadangannya gagal mengembang dengan sempurna.

Prajurit yang berdinas di Grup-1 Kopassus ini pun harus merelakan dirinya menabrak pohon dan mendarat keras sebelum akhirnya jatuh ke tanah, menyebabkan dirinya mengalami cedera.

Pengorbanan dan keberanian Serma Edi demi menyelamatkan rekan terjunnya dari negara sahabat, dinilai layak menerima penghargaan tertinggi di lingkungan Kopassus, Sangkur Perak. Penghargaan ini diberikan langsung Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi di Makopassus, Jakarta pada Hari Senin.

"Teruslah berbuat yang terbaik, tulus dan ikhlas pada setiap penugasan," kata Pangkopassus, melansir keterangan Penkopasus, Rabu (14/1).

Sebelum Sangkur Perak, Serma Edi terlebih dahulu dianugerahi Military Merit Medal dari Special Operations Command, Philippine Army (SOCOM PA) dalam penutupan Latihan Bersama Dolphine-XVII 2025.

Selain Serma Edi, Pangkopassus juga memberikan penghargaan Sangkur Perak kepada Serma Wardoyo dan enam prajurit Kopassus lainnya yang saat ini sedang menjalankan kewajiban di daerah penugasan.

Dalam amanatnya saat upacara penganugerahan, Pangkopassus menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para prajurit yang telah menorehkan prestasi gemilang tersebut, berpesan agar pencapaian ini menjadi motivasi bagi seluruh prajuritnya.

Diketahui, Penganugerahan Sangkur Perak ini menjadi simbol kehormatan bagi prajurit Korps Baret Merah yang telah menunjukkan loyalitas dan kinerja luar biasa dalam pengabdiannya kepada bangsa dan negara.