Image description
Image captions

Letda Pnb Anisa Amalia Octavia (25) adalah pilot perempuan pertama di Indonesia untuk pesawat jenis Hercules. Lulus Akademi Angkatan Udara (AAU) dan Sekolah Terbang (Sekbang), Anisa ditempatkan di Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh Malang.

Anisa tidak pernah menyangka akan menjadi seorang penerbang, apalagi mempiloti pesawat angkut berat Hercules. Karena sejak awal mengalami phobia ketinggian, bahkan sepanjang hidup hingga lulus AAU tahun 2017 tidak pernah naik pesawat terbang.

"Ibu saya itu takut ketinggian juga, dari kecil itu doktrinnya jangan naik pesawat kalau bepergian, jalan darat saja, takut jatuh. Ibu saya selalu gitu," kisahnya.

Anisa kali pertama menerbangkan pesawat latih jenis TP-120, kemudian setelah penjurusan di fix wing berlatih dengan pesawat KT1B. Masing-masing ditempuh dengan 100 jam penerbangan. Belum genap sebulan Anisa di Skuadron Udara 32 dan baru menjalani 6 shorty penerbangan setara 8 jam terbang dengan Hercules C-130.

Saat pertama kali menerbangkan Hercules yang dirasakannya cukup berat dan butuh tenaga. Karena di pesawat sebelumnya yang diketahui masih menggunakan pesawat latih dengan alat kemudi bentuk joystick. Sekuat tenaga dikeluarkan, tetapi tuas power tidak bergerak, padahal friction yang berfungsi meringankan sudah di posisi.

"Instrukturnya bilang, 'Ah kamu gini aja enggak kuat! Saya harus satu tangan memegang kontrol colum buat geraknya pesawat. Satu tangan buat power. Kalau take off gitu enggak boleh pakai dua tangan. Satu angkat pesawat, satunya memajukan atau mendorong pesawat. Dua-duanya harus kuat," ungkapnya.0 mdk