Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) berharap keterlibatan Indonesia dan pasukan stabilisasi internasional (ISF) bisa mendorong kemerdekaan Palestina.
Diketahui, Indonesia menjadi salah satu dari lima negara yang bersedia mengirim personel militer mereka sebagai personel ISF untuk Jalur Gaza, Palestina.
“(Pengiriman pasukan ini) merupakan tindakan nyata dalam mekanisme ISF. Kita harapkan justru ini akan semakin mendorong bagi upaya menjaga perdamaian dan mendorong terciptanya kemerdekaan Palestina,” kata Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily setelah memberikan pembekalan ke peserta P3N XXVII dan P4N LXIX Lemhannas di Gedung Pancagatra, Lemhannas, Jakarta Pusat, Senin (23/2).
Ace mengatakan, keterlibatan Indonesia dalam ISF, terlebih telah ditunjuk menjadi Wakil Komandan ISF, merupakan tantangan yang serius bagi Indonesia.
“Tentu posisi tersebut menjadi posisi yang sangat menentukan dalam mendorong perdamaian di konflik antara Palestina dan Israel,” tutur Ace.
Ace juga menilai kehadiran Indonesia sangat strategis dan penting dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menginisiasi ISF.
Lima negara bersedia mengirimkan pasukan untuk ISF di Gaza. Pengumuman itu disampaikan Komandan ISF Mayor Jenderal Jasper Jeffers dalam pertemuan perdana BoP di Washington DC, AS, Kamis (19/2) waktu setempat.
“Lima negara pertama telah berkomitmen mengirimkan pasukan untuk bertugas dalam ISF, (yakni) Indonesia, Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania,” kata Jeffers.
Sementara dua negara lain, yakni Mesir dan Yordania, berkomitmen melatih personel kepolisian di Gaza.
Dalam paparan Jeffers, disebutkan bahwa pasukan militer ISF yang dikerahkan di Gaza sekitar 20.000 prajurit, gabungan dari prajurit lima negara tersebut. Kemudian, personel kepolisian yang dikerahkan 12.000, gabungan personel dari Mesir dan Yordania.
Jeffers menambahkan, Indonesia, dalam hal ini TNI, ditunjuk menjadi Wakil Komandan ISF. Indonesia pun disebut bersedia.