Pangdam XXI Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengapresiasi atas keberhasilan dua Prajurit TNI AD tangkap jambret.
"Saya sangat mengapresiasi dan penghargaan atas sikap tanggap, response cepat para prajurit dari Yonif TP 848/SPC tersebut yang menangkap penjambret di Bandar Jaya, Lampung Tengah," kata Mayjen TNI Kristomei Sianturi, melalui via chat WhatsApp, Kamis (5/2/2026).
Pihaknya menilai bahwa tindakan tersebut sudah sesuai dengan pengamalan 8 wajib TNI.
"Peristiwa ini untuk menjadi contoh dan mempelopori usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya," ujar Kristomei.
Hal tersebut juga sesuai jati diri prajurit TNI sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara profesional.
"Kami akan memberikan reward atas langkah prajurit tersebut dalam menolong dan membantu masyarakat," tukas Kristomei.
Sebelumnya, prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dari kesatuan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 848/Satya Pandya Cakti (Yonif TP 848/SPC) menangkap pelaku jambret handphone (HP) milik warga Bandar Jaya, Lamteng.
Prajurit yang menangkap pelaku pidana penjambretan pada Selasa (3/2/2026) pukul 12.30 WIB, yakni Serda Joseph Christian dan Serda M Chelsea Sigit W.
Kedua anggota TNI AD tersebut telah melakukan pengagalan aksi penjambretan handphone milik Rizky warga Bandar Jaya.
Kronologi kejadian pada pukul 12.30 WIB Serda Joseph dan Serda Chelsea berada di tempat barang bekas atau di dekat lokasi kejadian atau Pasar Bandar Jaya.
Keduanya mendengar teriakan korban yang sedang mengejar pelaku penjambretan handphone.
Prajurit TNI AD tersebut dengan refleks dan sigap ikut mengejar pelaku penjambretan hp tersebut.
Keduanya tidak butuh waktu lama untuk menangkap pelaku.
Berjarak 300 meter dari tempat kedua Prajurit TNI AD tersebut pelaku sudah ditangkap.
Petugas langsung mengamankan pelaku agar terhindar dari amukan massa yang ada.
Pelaku dibawa ke rumah warga untuk diamankan dan dilakukan penyelidikan.
Korban akhirnya mengambil jalan secara kekeluargaan dengan di tengahi oleh aparatur desa setempat
Sumber: tribun lampung